Tour of Duty: Perkuat Sinergi dengan Faperta UNIB demi Karier Internasional Putra Daerah
Sebagai langkah nyata dalam memperluas cakrawala karier internasional bagi pemuda-pemudi Bengkulu, LPK Taiyouko Gakuin Center melakukan kunjungan strategis atau Tour of Duty ke Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu (Faperta UNIB).
Pertemuan ini menjadi momen diskusi produktif bersama Dekan Faperta UNIB beserta jajaran, yang berfokus pada persiapan rekruitmen tenaga ahli melalui skema Gijinkoku (Gijutsu, Jinbun Chishiki, Kokusai Gyomu) untuk bidang peternakan di Jepang.
Menjembatani Akademisi dan Industri Global
Skema Gijinkoku merupakan jalur khusus bagi tenaga ahli pemegang gelar sarjana (S1) atau diploma untuk bekerja di Jepang dengan status profesional. Melalui kolaborasi ini, lulusan dari Fakultas Pertanian, khususnya jurusan Peternakan, dipersiapkan untuk mengisi posisi strategis di perusahaan-perusahaan peternakan ternama di Jepang.
Dalam diskusi tersebut, beberapa poin utama yang menjadi kesepakatan bersama meliputi:
-
Penyelarasan Kurikulum: Menyesuaikan standar kompetensi teknis di kampus dengan kebutuhan industri peternakan modern di Jepang.
-
Penguatan Bahasa: Persiapan intensif bahasa Jepang sebagai syarat mutlak pemegang visa kerja profesional.
-
Sinergi Rekruitmen: Memfasilitasi alumni Faperta UNIB agar mendapatkan akses langsung ke pengguna (user) di Jepang melalui kemitraan yang telah dibangun oleh LPK Taiyouko Gakuin Center.
“Ini bukan sekadar mengirim tenaga kerja, melainkan upaya membawa putra-putri terbaik daerah untuk menyerap teknologi peternakan maju di Jepang dan berkontribusi pada level internasional.”
Langkah Nyata untuk Bengkulu
Kemitraan ini menegaskan komitmen LPK Taiyouko Gakuin Center dalam membangun sumber daya manusia yang berdaya saing global. Dengan menggandeng institusi pendidikan seperti UNIB, proses seleksi dan persiapan kandidat dipastikan berjalan lebih terstruktur, profesional, dan berkualitas tinggi.
Kami percaya bahwa dengan persiapan yang matang, lulusan daerah mampu berdiri sejajar dengan tenaga kerja global lainnya di Negeri Sakura.





